Selasa, 09 Juni 2020

Juni 09, 2020

Bandung, - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyambut positif simulasi pembukaan kolam renang oleh Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Bandung. Kini Pemerintah Kota Bandung menunggu hasilnya sebelum membuka kolam renang umum.


"PRSI sudah melakukan simulasi. Untuk hari ini kita tunggu hasil kajian dari KONI dan Dispora cabor (cabang olahraga) mana saja yang boleh dan tidak," katanya di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (9/6/2020). 


Ia menegaskan, protokol kesehatan sangat penting untuk melakukan aktivitas. Apalagi ketika dilaksanakan di dalam kolam renang. 


Ia berharap olahraga renang bisa dilakukan kembali, dengan beberapa manfaat kesehatan dalam renang pun bisa dilakukan oleh masyarakat. 


"Dari besarnya manfaat, intinya kita terus terapkan protokol kesehatan dengan baik. Kelonggaran kota bandung ini 30 persen, sehingga harus disesuaikan," jelasnya.


Sementara itu, Ketua PRSI Kota Bandung Dicky N. Wijaya pihaknya telah melakukan simulasi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Protokol kesehatan dalam gelanggang kolam renang itu seperti menggunakan masker, ganti pakaian dibatasi, membilas badan terlebih dahulu. 


Selain itu, tingkat keasaman – kebasaan (pH) air yang direkomendasikan harus ideal sekitar 7.8 dan skuho kolam renang sekitar 28 derajat selsius. 


"Kita sampaikan kepada pak wakil wali kota tentang hasil simulasi protokol kesehatan di kolam renang. Mulai dari menggunakan masker, cek suhu tubuh dan beberapa aturan lainnya ketika akan, sedang dan sudah berenang," kata Ketua Umum Pengurus Cabang PRSI Kota Bandung, Dicky N. Wijaya.


Rencananya agar gelanggang kolam renang aman dalam masa pandemi ini, pihaknya akan membetuk tim kaji untuk layak tidaknya tempat tersebut untuk benerang. 


"PRSI juga akan membentuk tim pengkaji sertifikasi layak. Ini digunakan untuk pengamanan dan fungsi kesehatannya juga," tuturnya.

0 komentar: