Menaker Tekankan Pentingnya Portofolio bagi Peserta Pelatihan Vokasi, Bukan Sekadar Sertifikat

Pelatihan Vokasi (2).jpeg

Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) membangun portofolio keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja. Peserta tidak cukup hanya mengantongi sertifikat, tetapi juga harus mampu menunjukkan kompetensi melalui pengalaman dan hasil kerja nyata.

Pesan tersebut disampaikan Yassierli dalam Orientasi Peserta PVN Batch V Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini diikuti 14.688 peserta yang menjalani pelatihan di berbagai balai pelatihan vokasi di Indonesia.

Yassierli menegaskan, pelatihan vokasi harus memberikan manfaat nyata bagi peserta, terutama dalam membekali mereka dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja. Karena itu, kemampuan yang diperoleh selama pelatihan perlu dapat diterapkan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai bidang kompetensi masing-masing.

"Kita ingin pelatihan ini menjadi sesuatu yang mengantarkan kesuksesan adik-adik semua," kata Yassierli.

Ia mengingatkan peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan aktif belajar bersama instruktur, memahami standar kerja, serta terbuka terhadap arahan dan masukan. Praktik secara langsung menjadi bagian penting agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan keterampilannya dalam situasi kerja nyata.

Menurutnya, keberhasilan dalam meningkatkan kompetensi juga ditentukan oleh kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Peserta perlu berani mencoba hal baru, menerima kritik, serta mengevaluasi hasil pekerjaan agar kemampuan dan sikap profesional terus berkembang.

"Orang-orang yang sukses adalah orang yang berani mencoba, terus belajar, dan siap menerima masukan," ujar Yassierli.

Lebih lanjut, Yassierli menjelaskan bahwa perjalanan karier merupakan proses bertumbuh yang tidak berhenti ketika seseorang mendapatkan pekerjaan pertama. Pengalaman kerja dan keterampilan yang terus diasah dapat membuka peluang baru, baik untuk mengembangkan karier maupun membangun usaha mandiri.

Karena itu, peserta diminta tidak berhenti pada kepemilikan sertifikat setelah menyelesaikan pelatihan. Mereka perlu menyusun portofolio yang memperlihatkan kemampuan dan hasil kerja, memperluas jejaring profesional, serta menjaga reputasi melalui kualitas pekerjaan yang dihasilkan.

Keterampilan yang dikuasai selama pelatihan juga dapat menjadi modal untuk menciptakan peluang usaha. Salah satunya dengan merintis bengkel sesuai kompetensi yang dimiliki.

Melalui pelatihan vokasi, Kementerian Ketenagakerjaan berharap peserta tidak hanya siap bersaing untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri, menciptakan peluang kerja, dan membangun kemandirian ekonomi.

Posting Komentar

0 Komentar