Sabtu, 22 Februari 2020

Februari 22, 2020

Salah seorang calon pengawas, Tjetjep Rony Budiman mengatakan, pemilihan yang dipilih sangat ketat dan sesuai dengan prosedur. Diperlukan 3 bulan untuk mengikuti proses pemilihan tersebut, baik saat di tempat yang ditentukan maupun di lokasi sendiri.
Bandung, BeritaLugas - Sebanyak 127 tenaga pendidik menerima Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) sebagai calon pengawas di Lingkungan SMA/SMK/SLB di Jawa Barat. Acara penyerahan dihadiri oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Jabar, Asep Suhanggan di Aula Dewi Sartika, Kantor Disdik Jabar, Jln. Radjiman No. 6, Kota Bandung, beberapa waktu yang lalu.
"Selamat datang ke seluruh tenaga pendidik yang berhasil lolos seleksi dan telah mendapatkan STTPP," ucap Asep. Ia menghargai, seluruh tenaga pendidik ini telah memenuhi kriteria Penilaian yang ditentukan. Salah satunya, kriteria melalui pra-ulasan dengan penilaian dari atasan, bawahan, pribadi, dan rekan.
Ia pun mendorong seluruh calon pengawas untuk memiliki kompetensi dan kompetensi yang sesuai dengan jabatan yang akan diemban. "Mari kita konsentrasi, fokus pada target yang akan kita capai," tegasnya.
Asep menambahkan, pelantikan akan dilaksanakan sesegera mungkin sampai data administrasi dan data lainnya selesai disetujui oleh seluruh calon pengawas.
Salah seorang calon pengawas, Tjetjep Rony Budiman mengatakan, pemilihan yang dipilih sangat ketat dan sesuai dengan prosedur. Diperlukan 3 bulan untuk mengikuti proses pemilihan tersebut, baik saat di tempat yang ditentukan maupun di lokasi sendiri. "Perjuangannya sangat berat, baik dari segi mental, materi, tenaga maupun waktu," ungkapnya.
Tjetjep menjelaskan, pengawas memiliki peran strategis untuk meningkatkan penjaminan mutu pendidikan melalui satuan pendidikan. Ia pun sudah menerapkan langkah strategis yang akan diambil kompilasi sudah dipindahkan nanti. "Kami akan membuat perencanaan untuk membuat program pengawasan di sekolah dan juga berkoordinasi langsung dengan pengawas sebelumnya," tutur guru SMKN 1 Karawang itu. (red)

0 komentar: