HUT RI ke-81, Farhan Paparkan Arah Pembangunan Bandung hingga 2029


BANDUNG, Berita Lugas -
 Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai penegasan arah pembangunan Kota Bandung hingga 2029.

Arah tersebut dituangkan melalui visi Bandung Utama, yakni Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis.

Farhan menyampaikan hal itu saat menjadi inspektur Upacara Pengibaran Bendera Sang Merah Putih di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (17/8/2026).

Menurut Farhan, semangat kemerdekaan dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” harus diterjemahkan ke dalam kebijakan dan pelayanan yang nyata bagi masyarakat.

“Berdaulat artinya kita mampu berdiri di atas kekuatan sendiri,” kata Farhan.

Dalam konteks Kota Bandung, kemandirian tersebut salah satunya diwujudkan melalui penguatan pelayanan dasar.

Pemkot Bandung, kata Farhan, berkomitmen memastikan tiga kebutuhan mendasar masyarakat, yaitu hak pendidikan, hak mendapatkan layanan kesehatan, serta hak hidup aman, nyaman, adil dan setara.

Ia menegaskan pendidikan bagi anak-anak tidak boleh menjadi persoalan yang dapat ditawar.

“Kerja keras yang pertama adalah memastikan bahwa anak-anak Indonesia, khususnya yang di Kota Bandung, harus selalu mendapatkan hak pendidikan. Tidak ada tawar-menawar akan hal itu,” ujarnya.

Farhan juga menekankan setiap warga berhak memperoleh layanan kesehatan tanpa adanya penolakan.

Sementara itu, konsep Bandung Utama diarahkan untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, masyarakat yang terbuka, kepemimpinan yang amanah, rakyat yang maju serta kehidupan yang menjunjung nilai-nilai agama.

“Unggul sumber daya manusianya. Terbuka pikirannya. Amanah kepemimpinannya. Maju rakyatnya. Dan agamis keyakinannya,” katanya.

Farhan menegaskan pembangunan tidak dapat dilakukan Pemkot Bandung seorang diri. Kolaborasi diperlukan bersama Forkopimda, pemerintah provinsi, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat hingga tingkat kewilayahan.

Pelayanan juga diarahkan agar menjangkau masyarakat dari tingkat kota hingga kecamatan dan kelurahan dengan partisipasi aktif RT dan RW.

“Pemerintah tidak bisa sendiri. Forkopimda diwajibkan untuk bersatu dan partisipasi seluruh masyarakat tetap terbuka,” ujar Farhan.

Ia berharap semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat menjadi kekuatan dalam mewujudkan Bandung yang lebih unggul, terbuka, amanah, maju dan agamis.

Posting Komentar

0 Komentar