Bangsawan Expo Bandung 2026 Perkuat Kesehatan Hewan dan Ketahanan Pangan


BANDUNG, Berita Lugas -
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menggelar Bangsawan Expo (Bandung Jaga Kesehatan Hewan) sebagai langkah strategis memperkuat perlindungan kesehatan hewan, mencegah zoonosis, dan menjaga mutu pangan asal hewan. Kegiatan ini berlangsung di Sport Jabar Arcamanik, Sabtu, 14 Februari 2026.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menegaskan Bandung sebagai kota besar dan terbuka memiliki mobilitas hewan yang tinggi, baik hewan peliharaan maupun ternak pangan dari luar daerah. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia.

“Ancaman zoonosis itu nyata. Kita sudah belajar dari kasus flu burung, rabies hingga PMK. Karena itu, kesehatan hewan dan kualitas pangan asal hewan harus dijaga bersama,” ujarnya.

Bangsawan Expo menjadi ajang edukasi publik sekaligus kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini melibatkan perangkat daerah, komunitas pencinta hewan, perguruan tinggi, peternak, pelaku urban farming, hingga komunitas Buruan Sae.

Berbagai layanan publik turut dihadirkan, seperti administrasi kependudukan, ketenagakerjaan, layanan kesehatan, serta edukasi keselamatan kebakaran. Anak-anak juga mendapat ruang pembelajaran interaktif untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kesehatan lingkungan dan hewan sejak dini.

DKPP juga memperkenalkan hasil riset UPT berupa varietas ayam persilangan yang adaptif terhadap iklim Kota Bandung. Ayam tersebut dikembangkan sebagai petelur dan pedaging dengan efisiensi pakan lebih baik serta produktivitas telur dan daging yang lebih tinggi dibanding ayam konvensional.

Inovasi ini diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan kota sekaligus meningkatkan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.

“Ini bukti komitmen Bandung dalam menjaga kesehatan hewan sekaligus membangun ketahanan pangan. Ayam hasil riset ini akan dikembangkan bagi peternak kota dan program Buruan Sae,” jelas Gin Gin.

Sebagai bentuk edukasi lingkungan, DKPP membagikan bibit ikan konsumsi dan ikan hias seperti nila dan mas, bibit sayuran buah dan daun, hingga bibit ayam petelur dan pedaging. Kompos hasil olahan limbah organik dan kotoran hewan juga dibagikan untuk mendorong praktik pertanian ramah lingkungan di pekarangan rumah.

Program Bangsawan merupakan bagian dari penguatan sistem manajemen kesehatan hewan terintegrasi di Kota Bandung. Ke depan, integrasi data sebaran hewan, status vaksinasi, serta pelaporan masyarakat akan diperkuat agar pengendalian penyakit hewan dan zoonosis semakin cepat, akurat, dan berdampak nyata.

“Ini gerakan bersama. Edukasi, kolaborasi, inovasi pangan, dan layanan kesehatan hewan kami satukan agar Bandung semakin siap melindungi warganya dari risiko penyakit sekaligus memastikan pangan yang sehat dan aman,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar