Selasa, 07 Juli 2020

Juli 07, 2020

Bandung, - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tetap berupaya untuk meningkatkan kualitas taman sebagai ruang publik di tengah rasionalisasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Untuk itu, Pemkot Bandung memohon masyarakat juga berperan aktif memelihara kelestarian taman.


Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3), Rikke Siti Fatimah menyatakan saat ini kesadaran masyarakat untuk memelihara taman belum cukup tinggi.


"Kesadaran masyarakat masih kurang, masih banyak pengunjung buang sampah tidak pada tempatnya dan juga vandalisme," ucap Rikke di Auditorium Rosada, Selasa (7/7/2020).


Alih-alih menjaga kelestariannya, Rikke justru mendapati ada oknum yang malah merusak. Termasuk mencuri sejumlah fasilitas taman yang sejatinya milik masyarakat.


"Malah sering dicuri, banyak tempat sampah tutupnya hilang. Lampu juga hilang. Di Taman Maluku, 12 tutup tempat sampah hilang. Lampunya juga hilang. Tapi sudah kita ganti," ujarnya.


Untuk itu, Rikke mengajak semua elemen masyarakat ikut berperan aktif menjaga kelestarian taman di Kota Bandung. Setidaknya, tidak mengotori atau sengaja merusak fasilitas yang ada.


Menurut Rikke, di tengah rasionalisasi anggaran guna menangani pandemi virus corona, pihaknya tetap berupaya mengamankan anggaran untuk taman. Yakni untuk honor Petugas Harian Lepas (PHL) pemelihata taman serta penambahan fasilitas penunjang dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).


"Kita ada sekitar 320 orang petugas penelihara taman untuk 700an taman. Kemudian taman juga kami lengkapi wastafel di setiap taman tematik dan papan informasi bagaimana menjaga kebersihan di tenagh pandemi," jelasnya.


Di samping perawatan rutin, di tahun ini Rikke juga menyatakan DPKP3 akan tetap berupaya merevitalisasi empat taman. 


"Sampai sekarang anggaran revitalsisasi empat taman tematik yaitu Taman Maluku, Taman Inklusi, Pet Park dan Taman Foto. Pemeliharaan median jalan dan jalur hijau berjalan. Karena untuk median itu kerb (beton tepian) hampir rata tanah dan pohonnya harus diganti," katanya. Red

0 komentar: