Rabu, 11 Maret 2020

Maret 11, 2020
Bandung, Beritalugas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) berencana memasang solar panel di sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jabar. Nantinya, akan ada 174 sekolah yang dipasangi solar panel pada pembangunan tahap satu yang dimulai pada 2021.
Pengadaan solar panel tersebut merupakan pembangunan antarsektor yang melibatkan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESM) Jabar serta Biro BUMD dan Investasi Setda Jabar yang difasilitasi Kedutaan Inggris melalui Ernst and & Young Indonesia. Pembangunan tersebut, rencananya didanai melalui pendanaan obligasi daerah.   
Dalam sambutannya, Kepala Sub-Bagian Umum, Oky Putranto yang mewakili Kadisdik Jabar, Dewi Sartika menyatakan sangat mendukung kebijakan tersebut. Menurutnya, pembangunan antarsektor merupakan sinergisme positif yang menjadi salah satu kunci utama dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. 
"Selain mampu mengurangi emisi karbon, pemasangan solar panel ini diharapkan berdampak pada pengembangan edukasi siswa di bidang lingkungan dan pemanfaatan sumber daya energi baru terbarukan (EBT)," tutur Oky, pada Sosialisasi Rencana Kegiatan Pengadaan dan Pemasangan Solar Panel di SMA/SMK di Aula Ki Hajar Dewantara Kantor Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Rabu (11/3/2020). Rapat sosialisasi tersebut dihadiri oleh 174 kepala SMA/SMK di Jabar.
Oky memaparkan, pemasangan solar panel di SMA/SMK akan bermanfaat bagi sekolah dalam upaya menambah daya, sekaligus tercapainya efisiensi pembayaran listrik. Berdasarkan data DESM Jabar, SMAN 3 Bandung dan SMKN 4 Bandung  yang sudah memasang solar panel sebagai sumber tenaga listrik, terbukti berhasil menghemat pembayaran listrik sekitar 4-5 juta rupiah per bulan.
Melalui rapat sosialisasi tersebut, para kepala sekolah dipersilakan memberikan saran dan masukan untuk menyempurnakan rencana ini. Salah seorang kepala sekolah, Iim Gunawan mengapresiasi rencana tersebut. Menurut Kepala SMKN 2 Subang ini, penggunaan listrik di sekolahnya cukup tinggi sehingga pembiayaan pun meningkat. Sehingga, dengan adanya pemasangan solar panel ini, diharapkan biaya pembayaran listrik bisa berkurang. 
Namun, Iip membutuhkan arahan untuk prosedur selanjutnya. "Harus ada juga sosialisasi perawatan solar panel ketika sudah dipasang nanti," ungkapnya.*

0 komentar: