Sabtu, 15 Oktober 2016

Oktober 15, 2016
BANDUNG, - Tidak banyak anak bangsa yang mampu melanjutkan pendidikannya. Alasannya, terbentur biaya. Namun hal itu tak berlaku bagi Bina Siswa SMA Plus Cisarua Provinsi Jawa Barat. Sekolah yang berlokasi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat ini, merupakan satuan pendidikan milik pemerintah Provinsi Jabar yang memiliki asrama, menampung siswa-siswi lulusan SMP/MTs yang berprestasi dan berpotensi dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat.


Ketika Gubernur Jawa Barat dijabat H. R. Nuriana, berniat menampung siswa-siswi lulusan SMP/MTs yang berprestasi dan berpotensi dengan status yatim piatu dan keluarga lengkap dengan kategori perlu dibantu, maka didirikanlah Asrama Bina Siswa SMA Plus Cisarua pada 1995.


"Niatan luhur yang secara tersirat menjadi visi-misi tersebut, kami pertahankan sampai saat ini," jelas Drs. Hj. Molly Mulyahati, D. MS.c, Ketua Pelaksana Bina Siswa SMA Plus Cisarua, Provinsi Jawa Barat, di Asrama Bina Siswa  di Cisarua, Kabupaten Bandung, Jumat (14/10) lalu.


Hingga angkatan XXI (2015-2016), Bina Siswa SMA Plus Cisarua meluluskan 1.307 alumni. Dari jumlah tersebut, yatim piatu 2,37%, yatim 19.59%, piatu 5,13%, dan orangtua lengkap 72.92%.


"Setiap siswa tidak dipungut biaya. Kita menggratiskan biaya sekolah dan biaya hidup selama belajar di asrama Bina Siswa SMA Plus Cisarua  dan SMAN 1 Cisarua. Biaya tersebut, seluruhnya ditanggung Pemerintah Provinsi Jabar melalui APBD setiap tahun," tambah Molly.


Dikatakan, Asrama Bina Siswa SMA Plus merupakan satuan pendidikan nonformal (jalur pendidikan di luar jalur formal). 


Walaupun asrama, tetapi memiliki kegiatan belajar mengajar plus (KBM Plus), yang dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.  Memiliki pedoman pembelajaran plus dan syllabi yang dilaksanakan setelah siswa mengikuti pembelajaran di SMA Negeri 1 Cisarua. 


Siswa-siswi Asrama Bina Siswa mengikuti pembelajaran di SMAN 1 Cisarua (digabung bersama siswa umum) mulai dari hari Senin sampai Sabtu. Mereka dikelompokan ke dalam tiga jurusan program pembelajaran, yakni Matematika dan Ilmu Alam (MIA), Ilmu-ilmu Sosial (IIS), dan Ilmu Bahasa dan Budaya (IBB). 


Kegiatan belajar mengajar (KBM) plus terdiri dari agrobisnis, kewirausahaan, akuntansi, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan komputer.


"Pemerintah Provinsi Jabar mengembangkan program SMA Plus, pada prinsipnya berisikan program pendidikan SMA secara umum, dilengkapi program-program tambahan lainnya yang berorientasi pada dunia aplikasi kerja, serta melengkapi wawasan siswa/siswi untuk menghadapi tantangan kehidupan yang mereka hadapi setelah lulus SMA nanti," pungkas Molly.

0 komentar: