Kamis, 12 Mei 2016

Mei 12, 2016
Bandung, BL - Kota Bandung tengah membangun digitalisasi kota dalam beberapa tahap. Digitalisasi tersebut meliputi beberapa bidang penting seperti keterbukaan informasi mulai dari pemerintahan di tingkat kota hingga kewilayahan, infrastruktur dan pelayanan publik. Hal itu merupakan wujud implementasi konsep Smart City di Kota Bandung.


Dalam membangun Smart City, teknologi bukan lagi menjadi sekedar gaya melainkan lebih kepada suatu kebutuhan. Hal itu dikatakan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam perhelatan Jakarta Marketing Week (JMW) 2016 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (11/5/2016).


"Dalam membangun Smart City ini, teknologi ini bukan lagi untuk gaya-gayaan, akan tetapi sudah menjadi suatu kebutuhan," ujarnya.


Ridwan mengatakan untuk mewujudkan konsep Smart City, setidaknya diperlukan ragam aplikasi sebanyak permasalahan yang ada di suatu kota.


"Saat ini, Bandung baru memiliki 300an lebih aplikasi untuk menjawab permasalahan kota, dibandingkan dengan Singapura yang sudah memiliki 1000an aplikasi, tentu kita masih jauh," ujarnya.


Menurutnya, akan lebih efisien dan efektif jika anggaran belanja tiap kota untuk aplikasi Smart City ini dikoordinasikan secara terpusat oleh pemerintah pusat. 
"Misalnya saja, aplikasi yang bagus di Bogor bisa saja di terapkan di Bandung, begitu sebaliknya, aplikasi yang bagus di Bandung bisa diterapkan di Bogor, intinya saling berbagi." terangnya.


Dalam kesempatan tersebut hadir beberapa kepala daerah diantaranya Wali Kota Bogor, Wali Kota Tangerang, dan Semarang.


Perhelatan yang digelar MarkPlus, Inc selama 7 hari penuh dari 11-17 Mei 2016 selama 70 jam nonstop ini mengusung tiga unsur utama yakni knowledge, entertainment dan networking dengan tema utama technology, style dan human to human (H2H).


Acara ini juga, setiap harinya menghadirkan narasumber ahli dari berbagai latar belakang industri dan sektor. Diantaranya Dino Patti Djalal, Merry Riana, Aksan Sjjuman, Rifat Suungkar, Olga Lydia, Asri Welas, Samuel Wattimena, James Gwee, Ade Rai, Daniel Sahuleka.

0 komentar: